Kata-kata "Sang Murabbi"

1:46:00 PM

-KH Rahmat Abdullah-

Aku rindu zaman ketika halaqoh adalah kebutuhan, bukan sekadar sambilan apalagi hiburan …

Aku rindu zaman ketika membina adalah kewajiban bukan pilihan apalagi beban dan paksaan …


Aku rindu zaman ketika dauroh menjadi kebiasaan, bukan sekadar pelengkap pengisi program yang dipaksakan …


Aku rindu zaman ketika tsiqoh menjadi kekuatan, bukan keraguan apalagi kecurigaan …


Aku rindu zaman ketika tarbiyah adalah pengorbanan, bukan tuntutan, hujatan dan obyekan….


Aku rindu zaman ketika nasihat menjadi kesenangan bukan su’udzon atau menjatuhkan …


Aku rindu zaman ketika kita semua memberikan segalanya untuk da’wah ini …


Aku Rindu zaman ketika nasyid ghuroba manjadi lagu kebangsaan…


Aku rindu zaman ketika hadir liqo adalah kerinduan dan terlambat adalah kelalaian …


Aku rindu zaman ketika malam gerimis pergi ke puncak mengisi dauroh dengan ongkos yang ngepas dan peta tak jelas …


Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah benar-benar berjalan kaki 2 jam di malam buta sepulang tabligh da’wah di desa sebelah …


Aku rindu zaman ketika pergi liqo selalu membawa infaq, alat tulis, buku catatan dan qur’an terjemah ditambah sedikit hafalan …


Aku rindu zaman ketika binaan menangis kerana tak bisa hadir di liqo …


Aku rindu zaman ketika tengah malam pintu diketuk untuk mendapat berita kumpul di subuh harinya …


Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah berangkat liqo dengan ongkos jatah belanja esok hari untuk keluarganya …


Aku rindu zaman ketika seorang murobbi sakit dan harus dirawat, para binaan patungan mengumpulkan dana apa adanya …


Aku rindu zaman itu …


Ya Rabb …


Jangan Kau buang kenikmatan berda’wah dari hati-hati kami …


Ya Rabb …


Berikanlah kami keistiqomahan di jalan da’wah ini …

You Might Also Like

0 strawberries yummy

Follow me

Like us on Facebook

Follow us

Flickr Images