Futurnya aku~

2:01:00 PM

Saudaraku ,biarkan hidup ini mengalir bagai air sungai yang menuju muaranya.Turuti kehendaknya dengan segenap keikhlasan yang ada.Kerana begitulah seharusnya hidup seorang hamba yang tak akan pernah mampu menolak keinginan Pemiliknya.Janganlah kamu bersedih di saat berharap hujan,ternyata kemarau yang datang mendera.katakanlah tuk segalanya "inilah karunia dan rahmat dari Robku.Sungguh keikhlasan akan mendatangkan kelapangan dan keikhlasan hati..

Musim semi kini telah tiba
Bunga-bunga bermekaran
Di sepanjang jalan warna berganti
Segar asri berseri … dihati …

“Aku ingin keluar dari jamaah ini!”
, sepotong kalimat terlontar dari seorang ikhwah. Bukan untuk yang pertama kali, namun sudah tak terhingga kalimat ini mengiang di telinga kita. Bukan pula yang terakhir kali, kerana inilah sunatudda’wah. Pernyataan ini sentiasa membekas di setiap zaman, di setiap episode dakwah, dari zaman kenabian sampai hari kiamat.”Silakan akhi….silahkan ukhti….”, jawab seorang ikhwah

Maka ketika ada seorang yang futur, kita bersikap seolah-olah tidak peduli padanya. Dan ketika dia benar-benar mengucapkan, “selamat tinggal”, kita menyalahkannya atas kelemahannya. Kita menyelamatkan diri atas kesalahan dari futurnya saudara, dengan hiburan-hiburan bahwa ini adalah sunatuddakwah.

Tidak sedikit kisah-kisah futurnya ikhwah dari barisan ini setelah menjalani tarbiyah bertahun-tahun. Bukan hal yang mengejutkan , ulama bahkan ada yang murtad, berganti haluan, ustadz pun ada yang terjatuh, saat terliur dengan indahnya dunia. 

Dimana senyummu saat pertama bertemu bersama dalam dakwah ini, dimana pelukmu seperti kepada adik-adikmu yang baru masuk dalam aksi tarbiyah? Kunjungilah saudaramu, ketika lama ia tidak menyapamu, smslah ia saat sang adik tidak pernah muncul-muncul dalam pertemuan keimanan. Datangilah mereka yang lemah, mereka yang manja, tularkan petuah-petuah juangmu. Apakah benar sudah saatnya mereka survival dalam menjaga stabiliti keimanananya? Tidak, tidak ya akhi, cukuplah derai airmata ini, cukuplah kesedihan hilangnya seorang ikhwah `berhenti’ sampai disini, dekaplah dan tahanlah mereka yang hendak pergi. Kuntum bunga boleh layu, namun rekahnya bunga-bunga mujahid harus terjaga tetap hadir di sebuah kebun…

Dunia ibarat sebuah terminal
Hanya tempat persinggahan
Bersabarlah hadapi ujian
Tak kan lama kan tinggal …
(Suara Persaudaraan)

p/s-futurnya teman2 salah siapa??futurnya teman adalah kerana kesilapan dan sikap  kita..sahabat2x
tetapi futurnya aku adalah kerana sikap aku sendiri.lalu..kembalilah kepada fitrahmu duhai nafsi.

You Might Also Like

3 strawberries yummy

  1. subhanaAllah~~
    mohon di ambil postnya sebagai sebaran~~

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete

Follow me

Like us on Facebook

Follow us

Flickr Images