Kendo is lovely

5:15:00 PM

Apsal aku minat sangat dengan kendo ni ???Dah la asal dari Jepun.Ha..itulah..korang tak tahu..jepun ni negara yang paling banyak mengkaji tamadun Islam taw tak..Nampak je macam gitu-gitu tapi gini-gini rupanya mereka ni dah tamat sejarah tamadun Islam.Sekarang aku nak tanya ada lagi tak orang moden yang mempunyai kepakaran melibas pedang??melibas rotan dan tali pingang ramai la ..betul tak..
tak pun menetak orang dengan parang..sekarang isu tu kita letak tepi dulu .

punya aku minat dengan kendo ni sampai aku edit banyak gambar la.huhu..samurai dan cerita-cerita novel sang puteri dan sambungannya memang aku minat gila..eh..tak gila lagi.Dan aku bercita-cita nak belajar taknik pedang ni lama dah..Ada orang tanya kenapa tak belajar menembak jer?kolot betulla hang ni..
Sebab teknik pedang ni boleh kalahkan pistol la.Apatah lagi bila aku simpan koleksi gambar pedang-pedang nabi. Rasa macam tak sabar jer nak main pedang..Dan paling best bila dapat belah epal guna pedang..bercita-cita tinggi betul.
Hujan kat sini turun renyai-renyai membuatkan mata yang segar pun layu dan aku tak nak terus menerus layu.so aku segarkan dengan berkongsi gambar pedang-pedang nabi dengan korang.

1. Al Ma’thur

Al Matthur
Juga dikenal sebagai ‘Ma’thur Al-Fijar’ adalah pedang yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW sebelum dia menerima wahyu yang pertama di Mekah. Pedang ini diberi oleh ayahnya, dan dibawa waktu hijrah dari Mekah ke Medinah sampai akhirnya diberikan bersama-sama dengan peralatan perang lain kepada Ali bin Abi Thalib.
Sekarang pedang ini berada di Muzium Topkapi, Istanbul. Dekat dengan pegangan itu terdapat Kufic ukiran tulisan Arab berbunyi: ‘Abdallah bin Abd al-Mutalib’.
Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992).

2. Al Adb

Al Adb
Al-’Adb, nama pedang ini, bererti “memotong” atau “tajam.” Pedang ini dikirim ke para sahabat Nabi Muhammad SAW sesaat sebelum Perang Badar. Dia menggunakan pedang ini di Perang Uhud dan pengikut-pengikutnnya menggunakan pedang ini untuk menunjukkan kesetiaan kepada Nabi Muhammad SAW. Sekarang pedang ini berada di masjid Husain di Kairo Mesir.
Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992).

3.Dhu Al Faqar

Dhu Al Faqar
Dhu Al Faqar adalah sebuah pedang Nabi Muhammad SAW sebagai hasil rampasan pada waktu perang Badr. Dan dilaporkan bahwa Nabi Muhammad SAW memberikan pedang ini kepada Ali bin Abi Thalib, yang kemudian Ali mengembalikannya ketika Perang Uhud dengan bersimbah darah dari tangan dan bahunya, dengan membawa Dhu Al Faqar di tangannya. Banyak sumber mengatakan bahwa pedang ini milik Ali Bin Abi Thalib dan keluarga.
Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992).


4.Al Battar

Al Battar 
Al Battar adalah sebuah pedang Nabi Muhammad SAW sebagai hasil rampasan dari Banu Qaynaqa. Pedang ini disebut sebagai ‘Pedangnya para nabi‘, dan di dalam pedang ini terdapat ukiran tulisan Arab yang berbunyi : ‘Nabi Daud AS, Nabi Sulaiman AS, Nabi Musa AS, Nabi Harun AS, Nabi Yusuf AS, Nabi Zakaria AS, Nabi Yahya AS, Nabi Isa AS, Nabi Muhammad SAW’. Di dalamnya juga terdapat gambar Nabi Daud AS ketika memotong kepala dari Goliath, orang yang memiliki pedang ini pada awalnya. Di pedang ini juga terdapat tulisan yang diidentifikasi sebagai tulisan Nabataean. Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 101 cm. Dikabarkan bahwa ini adalah pedang yang akan digunakan Nabi Isa AS kelak ketika dia turun ke bumi kembali untuk mengalahkan Dajjal.
Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992).

gambar ukiran nama-nama para nabi di dalamnya :
Al Battar-2Al Batar-3Al batar prophets

gambar Nabi Daud AS memenggal kepala Goliath:

Al Batar Figure
 
 
5.Hatf

Al Hatf
Hatf adalah sebuah pedang Nabi Muhammad SAW sebagai hasil rampasan dari Banu Qaynaqa. Dikisahkan bahwa Nabi Daud AS mengambil pedang ‘Al Battar’ dari Goliath sebagai rampasan ketika dia mengalahkan Goliath tersebut pada saat umurnya 20 tahun. Allah SWT memberi kemampuan kepada Nabi Daud AS untuk ‘bekerja’ dengan besi, membuat baju baja, senjata dan alat perang, dan dia juga membuat senjatanya sendiri. Dan Hatf adalah salah satu buatannya, menyerupai Al Battar tetapi lebih besar dari itu. Dia menggunakan pedang ini yang kemudian disimpan oleh suku Levita (suku yang menyimpan senjata-senjata barang Israel) dan akhirnya sampai ke tangan Nabi Muhammad SAW. Sekarang pedang ini berada di Musemum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade, dengan panjang 112 cm dan lebar 8 cm.
Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992).

6.Al Mikhdham

Al Mikhdham
Ada yang mengabarkan bahwa pedang ini berasal dari Nabi Muhammad SAW yang kemudian diberikan kepada Ali bin Abi Thalib dan diteruskan ke anak-anaknya Ali. Tapi ada kabar lain bahwa pedang ini berasal dari Ali bin Abi Thalib sebagai hasil rampasan pada serangan yang dia pimpin di Syria. Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 97 cm, dan mempunyai ukiran tulisan Arab yang berbunyi: ‘Zayn al-Din al-Abidin’.
Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992).

7.Al Rasub

Al Rasub 
Ada yang mengatakan bahwa pedang ini dijaga di rumah Nabi Muhammad SAW oleh keluarga dan sanak saudaranya seperti layaknya bahtera (Ark) yang disimpan oleh bangsa Israel.
Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 140 cm, mempunyai bulatan emas yang didalamnya terdapat ukiran tulisan Arab yang berbunyi: ‘Ja’far al-Sadiq’.
Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992).

8.Al Qadib

Al Qabid 
 Ini adalah pedang untuk pertahanan ketika bepergian, tetapi tidak digunakan untuk peperangan. Ditulis di samping pedang berupa ukiran perak yang berbunyi syahadat: “Tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad Rasul Allah – Muhammad bin Abdallah bin Abd al-Mutalib.” Tidak ada indikasi dalam sumber sejarah bahwa pedang ini telah digunakan dalam peperangan. Pedang ini berada di rumah Nabi Muhammad SAW dan kemudian hanya digunakan oleh khalifah Fatimid.
Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Panjangnya adalah 100 cm dan memiliki sarung berupa kulit hewan yang dicelup.
Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992).

9.Qal’a 

Al Qala 
Pedang ini dikenal sebagai “Qal’i” atau “Qul’ay.” Nama yang mungkin berhubungan dengan tempat di Syria atau tempat di dekat India Cina. Ulama negara lain bahwa kata “qal’i” merujuk kepada “timah” atau “timah putih” yang di tambang berbagai lokasi. Pedang ini adalah salah satu dari tiga pedang Nabi Muhammad SAW yang diperoleh sebagai rampasan dari Bani Qaynaqa. Ada juga yang melaporkan bahwa kakek Nabi Muhammad SAW menemukan pedang ini ketika dia menemukan air Zamzam di Mekah.
Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 100 cm. Didalamnya terdapat ukiran bahasa Arab berbunyi: “Ini adalah pedang mulia dari rumah Nabi Muhammad SAW, Rasul Allah.” Pedang ini berbeda dari yang lain karena pedang ini mempunyai desain berbentuk gelombang.
Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992

sumber : pedang2x nabi
 
perkongsian: ramai orang tanya kenapa saya pilih material engineering..malah ada yang mengatakan no life..no works and so on..tapi saya tetap bangga ambil jurusan ini sebab saya belajar macam mana nak buat baju besi yang bagus, nak buat pedang yang tajam, nak tukar structure bahan kepada yang lain dan yang penting saya mengkaji structure bahan sampai kepada atom dan zarah terkecil iaitu nano scale..mungkin jurusan ini tidak famous di Malaysia tetapi pergi negara luar, melambak company nak graduasi jurusan ini..lebih-lebih lagi negara jepun .Kadang2x saya pelik kenapa orang negara luar lebih menghargai bakat kita??.. lebih menyedihkan negara kita sendiri ramai yang menyumbangkan para insan bijak pandai untuk menjadi hamba suruhan negara luar.

Kan baguih kalau kita bekerja dekat negara sendiri dan bangunkan semula tamadun Islam yang hilang..oh.cakap memang pandai dan senang..nak buat tu...aku rasa hang pun tak mampu..hahha..(selalu dorang tepis semangat aku)
apapun yang aku selalu tekankan , aku belajar bukan sebab aku nak kerja dan dapat gaji yang tinggi..tetapi aku belajar untuk menyumbang sedikit kepada kebangkitan Islam..mudah-mudahan ilmu yang sedikit ada ini dapat menghadiahkan peralatan-peralatan terbaik yang akan digunakan oleh makhluk di bumi..

You Might Also Like

3 strawberries yummy

  1. mana pedang yg paling anda suka??

    ReplyDelete
  2. "aku belajar bukan sebab aku nak kerja dan dapat gaji yang tinggi tapi aku belajar utk menyumbang sedikit kebangkitan Islam"

    aku tak kenal hang tapi aku supoooooooooooott!!!!!! Go Go!

    ReplyDelete
  3. Tukang taip pun xkenal lyn.tapi nak ucapkan tenkiuuuuuuuuuuuuuuu

    ReplyDelete

Follow me

Like us on Facebook

Follow us

Flickr Images