Sang muharrik telah kembali!!!

9:51:00 PM


bahagian satu click disini.

kat mana berhenti ye??loading.................................................................
.........................................................
.................................................................................................
ok..dah ingat..jom sambung..




Sang murobbi termenung kembali. Tidak nampak raut terkejut dari roman di wajahnya. Sorot matanya tetap terlihat tenang, seakan jawapan itu memang sudah diketahuinya sejak awal. " Akhi, Pada satu hari enta naik sebuah kapal mengharungi lautan luas. Kapal itu ternyata sudah sangat usang. Layarnya banyak berlubang, kayunya banyak yang reput bahkan kabinnya bau busuk dengan kotoran manusia. Lalu, apa yang akan enta lakukan untuk tetap sampai pada tujuan?". Tanya sang murobbi dengan kiasan bermakna dalam.

Sang mad'u terdiam dan berfikir. Tak kuasa hatinya mendapat umpan balik sedemikian tajam melalui kiasan yang amat tepat. " Apakah enta memilih untuk terjun ke laut dan berenang sampai tujuan?". Sang murobi cuba memberi pilihan. "Bila enta terjun ke laut, sesaat enta akan merasa senang. Bebas dari bau kotoran manusia, merasa kesegaran air laut, atau bebas bermain dengan ikan lumba-lumba . tapi itu hanya sesaat.

Berapa kekuatan enta untuk berenang hingga sampai tujuan?. Bagaimana bila ikan jerung datang. Darimana enta mendapat makan dan minum? Bila malam datang, bagaimanan enta mengatasi hawa dingin?" pertanyaan demi pertanyaan diasak dihadapan sang mad'u. Tiba-tiba sang mad'u menangis tersedu. Tak kuasa rasa hatinya menahan kegundahan sedemikian. Kekecewaannya memuncak, namun sang murobbi yang dihormati justru tidak memberi jalan keluar yang sesuai dengan keinginannya. 


"Akhi, apakah enta masih merasa bahwa jalan dakwah adalah jalan yang paling utama menuju redho Allah? " Bagaimana bila kereta yang enta pandu tiba2x semput ditengah jalan? Enta akan berjalan kaki pulang atau membaikinya? . Tanya sang murobbi lagi. 

Sang mad'u tetap terdiam dalam sengguk tangis perlahannya. Tiba-tiba ia mengangkat tangannya:"Cukup akhi, cukup. Ana sedar.. maafkan Ana…. ana akan tetap Istiqomah. Ana berdakwah bukan untuk mendapatkan pangkat atau piala kehormatan. Atau agar setiap kata-kata ana diperhatikan… " . 

Biarlah yang lain dengan urusan peribadinya masing-masing. Biarlah ana tetap berjalan dalam dakwah. Dan hanya Allah saja yang akan membahagiakan ana kelak dengan janji-janji- Nya. Biarlah segala kepedihan yang ana rasakan menjadi pelebur dosa-dosa ana". Sang mad'u berazzam dihadapan sang murobbi yang semakin dihormatinya. 

Sang murobbi tersenyum "Akhi, jama'ah ini adalah jamaah manusia. Mereka adalah kumpulan insan yang punya banyak kelemahan. Tapi disebalik kelemahan itu, masih amat banyak kebaikan yang mereka miliki . Mereka adalah peribadi-peribadi yang menyambut seruan Allah untuk berdakwah. Dengan begitu, mereka sedang menjalani proses menjadi manusia terbaik pilihan Allah." 

"Bila ada satu dua kelemahan dan kesalahan mereka, janganlah hal itu mendominasi perasaan enta. Sebagaimana Allah ta'ala menghapus dosa manusia dengan amal baik mereka, hapuskanlah kesalahan mereka dimata enta dengan kebaikan-kebaikan mereka terhadap dakwah selama ini. Kerana di mata Allah, belum tentu enta lebih baik dari mereka." 

"Futur, mundur, kecewa atau bahkan berpaling seorang muharrik menjadi lawan bukanlah jalan yang masuk akal. Apabila setiap ketidak-sepakatan selalu disikapi dengan jalan itu , maka bilakah dakwah ini dapat berjalan dengan baik?" sambungnya panjang lebar. 

"Kita bukan sekadar orang yang hanya bijak mengkritik, mengomen dan sebagainya. Atau hanya pandai menuding-nuding sebuah kesalahan. Kalau hanya itu, orang kafir pun boleh melakukannya. Tapi kita adalah da'i. kita adalah khalifah. Kitalah yang telah diberi amanah oleh Allah untuk menyelesaikan masalah-masalah di muka bumi. Bukan hanya sekadar bicara tanpa kerja dan terus -menerus menyalakan api yang semakin membara.Yang akhirnya membakar harta paling kita sayangi termasuk diri kita sendiri!"

"Bekerjalah dengan ikhlas. Berilah taushiah dalam kebenaran, kesabaran dan kasih sayang kepada semua ikhwah yang terlibat dalam organisasi itu.

Kerana peringatan selalu berguna bagi orang beriman. Bila ada isu atau gosip tutuplah telinga enta dan bertaubatlah. Singkirkan segala ghil enta terhadap saudara enta sendiri. Dengan itulah, Bilal.. mantan budak hina berjaya menemui kemuliaannya. " 



Suasana dialog itu mulai mencair. Semakin lama, pembicaraaan melebar dengan akrabnya. Tak terasa, kokok ayam jantan memecah suasana. Sang mad'u bergegas mengambil wudhu untuk berqiyamu lail. Malam itu. Sang mad'u sibuk membangunkan mad'u yang lain dari asyik tidurnya. Malam itu sang mad'u menyedari kesalahannya. Ia bertekad untuk tetap berputar bersama jama'ah dalam mengharungi jalan dakwah. Itu janjinya untuk ALLAH..itu baiahnya buat Robb..

sudah setahun berlalu dialog itu..

Dan kini..sang murobbi melihat disaat sahabat lain masih terkapai dengan ukhwah yang dicari..memahami apa itu maksud ukhwah..dia sudah pun bangun  dan bangkit meneruskan dakwahnya..Bicaranya sudah tidak kedengaran, tapi hayunan langkahnya bak tentera ke medan perang.Barangkali dia punya harapan..agar satu hari langkah hayunan itu bakal menggegar setiap jiwa yang masih kelenaan..

Firman Allah:
“Maka bertaqwalah kamu kepada Allah sesuai dengan kesanggupanmu!” (At-Taghabun: 6)

Islam adalah Din tawazun (keseimbangan).Setiap perjuangan selalu menghadapi tentangan. Haq dan bathil selalu berusaha untuk memperbesarkan pengaruhnya masing-masing. Akan selalu ada orang-orang Pendukung Islam. Di lain pihak akan selalu tumbuh orang-orang pendukung hawa nafsu. Dan dalam waktu yang Allah kehendaki akan bertemu dalam suatu “fitnah”.Dengan “fitnah” Allah juga menapis siapa hamba yang masuk golongan shadiqin dan siapa yang kadzib (dusta).Dan aku ingin menjadi golongan terbaik disisi Allah meskipun aku sedar aku antara yang tercorot antara sahabat-sahabatku..Izinkan aku Ya Robb..
Allahu akhbar..Allahu Akhbar..Allahu Akhbar..

monolog: syukran hannan..syukran wani..syukran madiha..syukran suhaila dan syukran jazilan buat semua yang tersayang.

You Might Also Like

4 strawberries yummy

  1. hati bermonolog...sebenarnya tak futur cuma kadangkala bila kita marah better kita diam.Nabi pun bila kita baca kisah dia... nak tahu bila dia marah sahabat2x.. dia akan diam...Diam sambil berfikir dan mencari semula ruang keikhlasan..hihi..xsemua diam tandanya setuju..

    ReplyDelete
  2. boleh gak diterima akal...eh..ni dah bukan bermonolog ni..semua orang boleh baca..Robi'ah..Robi'ah..ekau memang dah xsihat dengan blog2x ekau pun kena jangkitan..

    ReplyDelete

Follow me

Like us on Facebook

Follow us

Flickr Images