Khilafah bukan Romantisme Sejarah

1:24:00 PM

History will repeat itself..history will repeat itself..yeah..selalu benar kita dengar orang menggunakan statement tersebut.Tetapi berapa ramai yang mengambil pengajaran dari statement tersebut.How come history repeat when there are nobody to take action.Because somebody took the action then history will repeat itself.Betul tak?


umpama macam nilah..orang tu bercinta then putus..bercinta lagi then putus..Kalau ikut logik akal dia akan putus tak kalau tak bercinta??See..that's how the statement history will repeat itself is use.


Begitu juga dengan Khilafah Islamiyah.Ramai orang cuma mampu berkata..satu masa ISLAM akan bangkit..Khilafah Islamiyah akan bangun.Semua menuding jari kepada individu dihadapan mereka.Kita tunggu Mesir bangkit..baru kita bangkit..Kita tunggu Yemen bangun..baru kita bangun.Seolah kita tidak punya harga diri untuk bangun sendiri.Kita cuma mampu menunggu dan menunggu orang datang membangunkan tamadun kita.Itu lah yang berlaku kini.Kemerdekaan kita..ahhhh, malas berbicara tentang kemerdekaan kali ini.Lain kali.

-Rejab-Syaaban-Ramadhan...rindu yang tidak pernah luput-


Iklan gambar sekejap.Baik..Bila berbicara tentang khilafah, ada pula setengah makhluk yang mengatakan khilafah hanya sebagai romantisme sejarah.Wowowo..romantisme tu..macam orang bercinta pula ada perkataan romantisme ni.Semakin banyak perkataan-perkataan baru kala ini.Yang sebenornya..paham idok maksud romantisme Sejarah tu??


masuk topik..


Harus jelas dulu, apa maksud “romantisme sejarah”.  romantisme sejarah ini merupakan istilah teknik atau technical meaning nya untuk kerinduan yang muncul di Eropa untuk kembali pada dominasi gereja Abad Pertengahan sebelum terjadinya Reformasi Gereja dan Renaissance. Itu yang saya baca dari satu blog.Penulisnya mengambil sumber dari dalam buku Ideologi Politik Mutakhir karya Ian Adams. Jika itu yang dimaksud dengan romantisme sejarah, maka istilah “romantisme sejarah” jelas tidak sesuai atau tidak cocok untuk konteks sejarah Islam.Apatah lagi para pengamal sejarawan Islam.


Kerana apa?? kerana latar belakang istilah itu adalah sejarah Eropah. Jadi, kalau orang menghubungkan Khilafah dengan istilah “romantisme sejarah” yang ber-pasakkan sejarah Eropah, pada pendapat saya, itu sangat menggelikan dan merupakan suatu kepicikan wawasan.. Namun, kalau yang dimaksud romantisme sejarah adalah kerinduan untuk kembali pada kehidupan Islam seperti yang diamalkan Rasulullah saw. dan para Sababatnya, tak ada salahnya, bukan? Di mana salahnya, cuba cari? Bahkan Imam Malik pernah menegaskan, “Lan yashluha amru hadzihil ummati illa bi-maa shaluha bihi awwaluhaa.” (Kondisi umat Islam ini tidak akan pernah baik, kecuali dengan menjalankan Islam yang membuat kondisi mereka baik seperti generasi awalnya..


Kerana itu pada saya jangan disamakan sejarah Islam dengan sejarah orang-orang Eropah.Sampai miss L pernah terfikir..esok anak-anak lahir nak sekolahkan kat mana lah supaya tidak terpesong dengan ajaran sekularisme puak anti-Islam dalam mengelirukan umat Islam tentang sejarah dan ketamadunan manusia yang sebenar-benarnya.Zaman renaissance..zaman kegelapan..ah..itu semua rekaan semata.nasib miss L ni jenis time belajar sejarah dunia Eropah memang tak masuk otak langsung.Tapi bila belajar tamadun Islam baru cepat masuk.Pelik tak???Yang pelik tu tapi benar..ngeh3x..


short note: selamat berpuasa di bulan Rejab dan selamat berbuka puasa bagi yang puasa lah.

You Might Also Like

0 strawberries yummy

Follow me

Like us on Facebook

Follow us

Flickr Images